Tuesday, May 24, 2016
RAKYAT MENDERITA� AYO BANTU SEBARKAN ARTIKEL INI AGAR SAMPAI KE PEMERINTAH,,!!
Anggota Komisi VI DPR RI Nasril Bahar menilainya setahun pemerintahan Jokowi makin banyak mengagendakan program-program besar pembangunan infrastruktur yang prestisius, termasuk proyek pembangunan kereta cepat Jakarta � Bandung. Walau demikian, program prestisius itu lebih dekat pada proyek pencitraan.
Anggota Komisi VI DPR RI Nasril Bahar menilainya setahun pemerintahan Jokowi makin banyak mengagendakan program-program besar pembangunan infrastruktur yang prestisius, termasuk proyek pembangunan kereta cepat Jakarta � Bandung. Walau demikian, program prestisius itu lebih dekat pada proyek pencitraan.
�Pemerintahan Jokowi seolah menjelaskan bila proyek ini proyek pencitraan. Kita lihat kalau apakah proyek ini bisa jadi fakta, bisa selesai pada th. yang diperkirakan. Ini sesungguhnya jadi pertanyaan oleh orang-orang, � jelas Nasril saat dihubungi, Senin (1/2).
Jadi ini (kereta cepat) proyek prestisius yang sesungguhnya sulit dalam alam fikiran kita dapat atau bisa terealisasi dalam kondisi keuangan negara kita yang demikian sulit, � sambungnya.
Menurut anggota Fraksi PAN itu, proyek-proyek prestisius kecuali kereta cepat yakni maksud proyek listrik 35 ribu megawatt yang juga mengakibatkan pro dan kontra dikalangan orang-orang. Bahkan, antar satu menteri dengan kementerian yang lain. Tersebut proyek tol Sumatera.
�Hampir semua, kami memperkirakan proyek-proyek ini akan berjalan mangkrak. Kita muncul pemikiran, kenapa tidak diarahkan ke proyek lain yang lebih menekan untuk kebutuhan orang-orang kecil, � kata dia.
�Seperti jalan, jembatan, anak-anak yang sekolah naik perahu, naik pohon dan pegangan tali untuk seberang jembatan. Mereka yang perlu jalan kaki karena angkutan umum tidak bisa masuk, kenapa itu tidak didahulukan kesitu, � lebih Nasril.
Pembangunan infrastruktur, lanjutnya, harusnya dirancang dalam skala prioritas. Dicari mana yang semisalnya menghimpit dibutuhkan orang-orang dan mana yg tak menghimpit. Dan, dalam kacamatanya proyek kereta cepat tidak masuk dalam skala prioritas dimaksud.
�Posisi hari ini, dilihat apakah ini (kereta cepat) layak jadi proyek prioritas. Dilihat dari sudut pandang mana kita melihatnya. Apabila untuk menggerakkan ekonomi, saya katakan ini tidaklah prioritas, � katanya. aktual
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment