Monday, May 23, 2016

Layak Kita Bagikan.,!! Lihatlah Betapa Menakutkannya Dampak Dari Memakan Harta Haram..!!

1

Bekerja untuk mencari rezeki merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah. Dengan harta yang diperoleh, seseorang bisa memenuhi kebutuhan diri, keluarga, bersedekah serta disisakan untuk menabung.
Namun terkadang, rezeki yang diberikan ini seolah tidak pernah memberikan kepuasan terhadap manusia. Berbagai upaya dilakukan demi memperbanyak harta meski dengan cara-cara yang tidak halal.

Sebagian kalangan bahkan tidak mempersalahkan persoalan halal atau haram tersebut. Padahal dalam agama, urusan ini sangat menjadi perhatian dan banyak disebut dalam Alquran dan hadist. Berikut ini dampak menakutkan menikmati harta yang haram.

Hilangnya Keberkahan Harta
Harta yang berkah adalah harta yang memiliki banyak keistimewaan baik menyangkut kehidupan di dunia dan di akhirat. Perlu diingat kembali bahwa kehidupan di dunia ini hanyalah sementara saja. Setelah ini manusia akan menjalani kehidupan kekal yakni akhirat tanpa membawa sedikit pun hartanya saat di dunia.

Nilai berkah atau tidaknya harta tidak bergantung pada jumlahnya. Setidaknya ada dua kriteria untuk menilai keberkahan harta yakni cara pengambilan harta (kasab) dan alokasi pembelanjaan harta (tasharruf).

Mengambil harta dengan cara-cara yang tidak syar�i maka harta tersebut tidak akan berkah. Contoh yang paling sederhana adalah mencari rezeki dari hasil riba. Baik dari jual beli riba, atau menabung di bank ribawi. Harta tersebut telah disebutkan dalam Alquran bahwa Allah mencabut keberkahannya.  Hal ini dijelaskan dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 275

�Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu(3) (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya,� (Al-Baqarah:275).

Selain masuk perkara haram, memakan harta riba juga akan mendapat hukuman yang teramat pedih. Dijelaskan dalam sebuah hadist bahwa mereka yang mengkonsumsi harta ini akan dimasukan di sungai darah dan dilempari batu ke mulutnya hingga tidak bisa keluar dari sungai tersebut.

�Ia akan berenang di sungai darah, sedangkan di tepi sungai ada seseorang (malaikat) yang di hadapannya terdapat bebatuan, setiap kali orang yang berenang dalam sungai darah hendak keluar darinya, lelaki yang berada di pinggir sungai tersebut segera melemparkan bebatuan ke dalam mulut orang tersebut, sehingga ia terdorong kembali ke tengah sungai, dan demikian itu seterusnya.�. (HR. Bukhari II/734 nomor 1979).

Keberkahan akan dihapus jika harta yang dimiliki digunakan untuk perkara haram. Meskipun harta tersebut diperoleh dengan cara halal. Begitu juga harta halal tapi dibelanjakan di jalan haram maka harta tersebut tidak menjadi berkah. Demikiannya halnya harta haram di belanjakan di jalan yang halal juga tidak berkah. Jadi harta yang berkah adalah yang baik dari sisi kasab dan tasharufnya.

No comments:

Post a Comment